Peluang Kerja Sebagai Cyber Security Terbuka Lebar - Tilang Net <!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics --> <script async='async' src='https://www.googletagmanager.com/gtag/js?id=G-2BG3PV2E2Q'></script> <script> window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-2BG3PV2E2Q'); </script>

Tilang Net

Selamat datang di Tilang.net sarana baca terupdate dan terpercaya.

Breaking News

Sunday, November 22, 2020

Peluang Kerja Sebagai Cyber Security Terbuka Lebar

cyber security indonesia

Cyber security merupakan kegiatan pencegahan terhadap kejahatan siber atau cyber-criminal pada sistem telematika. Di Indonesia, ahli di bidang ini masih sangat jarang, padahal kebutuhannya sangat besar. Cyber security Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga ahli paling tidak 2.000 orang, di luar officer. Sementara kebutuhan akan ahli keamanan siber ini di seluruh dunia mencapai 15 juta orang.
Hampir seluruh bidang bisnis dan kementrian pemerintah membutuhkan tenaga ini. hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

Pengguna internet semakin banyak. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan pengguna internet terbesar di dunia. 

Selama pandemic, Indonesia masuk ke dunia digital secara besar-besaran. Mulai dari bidang pendidikan, usaha hingga lini terkecil dalam kehidupan masyarakat.

Semakin banyaknya transaksi online mengakibatkan semakin banyak pula hacker jahat yang beroperasi. Tindak pidana siber seperti phising dan malware juga semakin merajalela. Untuk mengatasi hal ini tentu dibutuhkan para ahli di bidang keamanan siber.

cyber security indonesia


Mengenal Lebih Dekat Profesi Cyber security

Peluang kerja sebagai cyber security Indonesia terbuka sangat besar. Para ahli cyber security dapat bekerja di kantor-kantor pemerintahan sebagai ASN. Bisa juga bekerja di perusahaan-perusahaan baik nasional maupun internasional. Bahkan pelaku UKM juga memerlukan jasa para ahli cyber security.
Secara garis besar, tugas utama ahli cyber security dibagi ke dalam tiga bagian.

1. Analis Keamanan

Sebagai analis keamanan, pelaku cyber security harus dapat memetakan potensi keamanan dan ancaman digital terhadap sistem yang menjadi tanggung jawabnya. Hasil analisis dan pemetaan ini yang kemudian digunakan untuk memperkuat jaringan dan sistem agar tidak mudah diterobos oleh pelaku cyber-crime.

2. Spesialis Forensik

Setelah sebuah ancaman terhadap sistem atau potensi kebocoran keamanan terjadi, maka saatnya spesialis forensik bekerja. Tugasnya adalah memetakan jejak pelaku kejahatan, melacaknya, serta menangkap si pelaku. Tugasnya memang mirip-mirip petugas kepolisian atau detektif. Menantang sekali, bukan?

3. Hacker

Jika mendengar kata hacker atau peretas maka otomatis yang terlintas adalah mereka yang suka membobol sistem keamanan jaringan dan mengambil keuntungan darinya. Padahal tidak semua hacker melakukan hal tidak terpuji seperti itu. Ada yang disebut certified ethical hacker. Atau mereka yang merupakan hacker baik dan tersertifikasi. 

Hacker ini tugasnya adalah mencoba meretas atau mengeksploitasi sistem keamanan jaringan dengan berbagai cara. Tujuannya adalah menemukan kelemahan sistem keamanan yang telah dibangun. Dengan demikian dapat ditemukan cara yang lebih baik untuk memperkuat sistem keamanan tersebut.

Setelah membaca pemaparan di atas, apakah Anda mulai tertarik untuk mendalami bidang ini? untuk belajar menjadi seorang cyber security Indonesia tidak perlu ahli dalam bidang jaringan dan komputer. Cukup merasa tertarik dan tertantang, bersifat kreatif dan memiliki ketekunan untuk memecahkan berbagai kode dan masalah jaringan.

Lembaga pelatihan untuk bidang ini juga cukup banyak, baik universitas dan lembaga pendidikan resmi maupun pelatihan-pelatihan publik. Namun jika Anda ingin menjadi pelaku keamanan siber yang berkualitas tentu harus cermat juga memilih lembaga pelatihannya.

IDS Digital College menyediakan peluang belajar untuk menjadi ahli cyber security melalui program studi Teknik Informatika (S1). Di sana Anda dan para mahasiswa lainnya akan belajar mengenai pengamanan atau proteksi jaringan di dunia maya. Dengan fokus pada kemampuan merancang sistem pengamanan, pengujian teknis, pertahanan dan serangan siber, serta menjadi ethical hacker.

Jika lebih tertarik pada sub bidang studi lainnya, program studi ini juga memiliki berbagai sub bidang studi. Di antaranya Artificial Intelligence, Cyber Law dan Computer Forensic. Nah, jadi tidak perlu bingung. Belajar di IDS Digital College dan jawab tantangan cyber security Indonesia sekarang.

No comments:

Post a Comment

2016. Powered by Blogger.

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages